Suku Penjelajah Lautan dari Saereri

        Suku penjelajah lautan, Apa kata yang pertama kali terlintas dibenak kalian ketika mendengar kata tersebut? Bagi penikmat film Disney pasti kalian akan langsung mengarah kepada seorang karakter puteri yang sangan menawan bernama Moana kan? dan yaa benar sekali!! Moana adalah kata kunci dari pembahasan kita kali ini. Ngomong-ngomong tentang Moana, Pernah ga sih kalian bertanya-tanya tentang keberadaan suku Moana di kehidupan nyata? Ternyata suku moana ada di dunia nyata loh, bahkan suku ini ada juga di Indonesia, tepatnya di wilayah Saereri. Suku ini bernama suku Biak. Sebelum kita membahas suku Biak lebih lanjut, ada baiknya kalau kita kenalan dengan wilayah mereka dulu nih, yaitu wilayah Saereri!


        Saereri atau bisa juga disebut Saireri merupakan sebuah wilayah adat yang dihuni oleh suku-suku yang menghuni wilayah pesisir di utara Provinsi Papua Tengah dan wilayah kepulaun di Provinsi papua. Wilayah adat ini meliputi Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Supiori, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Nabire, dan Kabupaten Waropen. Ada beberapa suku yang meninggali wilayah ini, tapi suku Biak adalah yang paling dominan. Hampir seluruh wilayah Saereri dihuni oleh mereka.

 

                       





 

        Nah kalau udah kenalan tentang wilayah Saereri, sekarang saatnya buat kita bahas suku Biak lebih jauh lagi. Suku Biak dikenal sebagai penjelajah lautan yang tangguh bukan tanpa alasan loh, berawal dari berlayar karena beberapa alasan hingga mereka berhasil mengguasai aspek perdagangan dan politik di wilayah Papua. Kebayangkan seberapa super power suku Biak ini, mirip lah sama sukunya Moana.  Awal mula penjelajahan mereka dikarenakan motif ekonomi, kekurangan sumber pangan, bahkan perselisihan antar suku. Namun faktor utama dari penjelajahan suku Biak adalah kemarau berkepanjangan yang terjadi saat itu yang mengakibatkan tidak terpenuhinya bahan pangan. 

        Seperti gambar yang bisa kita lihat di atas, suku Biak punya baju adatnya sendiri loh. Baju adat ini terbuat dari kulit kayu yang dihaluskan hingga bisa menjadi seperti kain. Pakaian mereka berasal dari pohon Mandwam, itu sebabnya baju adat mereka juga dinamakan Mandwam.  Selain punya baju adat yang unik, mereka juga punya makanan khas yang ga kalah unik. Makanan khas ini bernama Pokem atau bisa juga disebut Otong. Tapi makanan ini lebih populer sebagai gandum Papua. Pokem sendiri merupakan makanan pokok dari suku ini. Salah satu tradisi dari suku ini adalah Yakyaker, ini adalah tradisi pemberian mas kawin berupa hewan babi, manik-manik, guci, piring antik, hasil perkebunan, hasil laut, hewan hasil buruan, dan berbagai harta benda lain yang dimilki. Harta benda ini biasanya sudah disiapkan dari jauh-jauh hari oleh keluarga sebagai bekal bagi anak-anak mereka. 

 

        Wii gimana nih setelah kita bahas tentang saereri dan suku pelautnya yang tangguh? Rasanya pengen langsung coba main-main ke sana dan liat langsung ga sih?? tapi sayang banget nih guys, saereri merupakan salah satu daerah yang kurang mendapat sorotan. Jadi gimana kalau kita ramaikan campaign untuk mengangkat Saereri, suku pelautnya aka suku Biak, dan segala keunikannya!

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Sejuta Cerita di Bumi Cendrawasih