Sejuta Cerita di Bumi Cendrawasih
Pulau Papua terletak di wilayah timur Indonesia dan berada di sebelah selatan garis khatulistiwa dengan letak astronomi diantara 2°25'LU - 9°LS dan 130°-141°BT. Pulau Papua merupakan pulau terbesar yang ada di Indonesia. Banyak sekali kekayaan alam yang tersembunyi di Bumi Cendrawasih. Mulai dari kekayaan alam, flora dan fauna, hingga hasil tambang yang ada di daerah yang dijuluki Surga kecil yang jatuh ke bumi ini. Hal ini menyebabkan Papua memiliki berbagai ekosistem seperti rawa, hutan, pantai, pegunungan hingga puncak gunung bersalju. Lebih dari 71% wilayah Papua adalah hamparan hutan hujan tropis lebat yang mengandung beragam jenis flora. Hutan hujan tropis yang berada di Papua selalu ditutupi oleh kabut yang menandakan tingkat kelembapan yang tinggi. Sebagian besar hutan tersebut masih belum terjamah oleh manusia. Terdapat juga puncak tertinggi Indonesia yaitu puncak Jayawijaya yang memiliki ketinggian 4.884 mdpl yang puncaknya ditutupi oleh salju. Sektor pertambangan juga merupakan salah satu sektor yang menopang perekonomian Papua. Potensi 2,5 miliar ton batuan bijih emas dan tembaga terdapat di bumi Papua.
Provinsi Papua yang terletak di ujung timur negara Indonesia memiliki banyak kebudayaan yang unik dan menarik. Papua sebagai salah satu kekayaan budaya indonesia memiliki banyak kebudayaan yang unik seperti alat musik tradisionalnya, Tarian Tradisional dan kesenian lainnya yang terdapat di Papua. Ada Salah satu nama alat musik tradisional yang paling terkenal yang berasal dari Papua yaitu Tifa. Alat musik Tifa merupakan alat musik tradisional yang berasal dari daerah maluku serta papua. Bentuknya alat musik Tifa mirip gendang dan cara memainkannya Tifa adalah dengan cara dipukul. Alat musik ini sering dimainkan sebagai instrumen musik tradisional dan sering juga dimainkan untuk mengiringi tarian tradisional, seperti Tarian perang, Tarian tradisional asmat,dan Tarian gatsi. Terdapat berbagai macam tari-tarian dan mereka biasa menyebutnya dengan Yosim Pancar (YOSPAN). Di dalam tarian ini terdapat aneka bentuk gerak tarian seperti tari Gale-gale, tari Pacul Tiga, tari Seka, Tari Sajojo, tari Balada serta tari Cendrawasih. Tarian tradisional Papua ini sering dimainkan dalam berbagai kesempatan seperti untuk penyambutan tamu terhormat, penyambutan para turis asing yang datang ke Papua serta dimainkan adalah dalam upacara adat.
Papua juga memiliki makanan khas daerahnya. Papeda hadir sebagai makanan daerah khas yang sering dijumpai di Papua. Makanan yang terbuat dari pohon sagu ini memiliki tekstur yang kental dan padat. Dengan rasa yang tawar, papeda biasa dipadukan dengan kuah kuning, ikan, dan sayuran. Terdapat juga olahan sagu lainnya seperti sagu lempeng yang biasa dihidangkan dengan campuran kacang, kelapa dan gula. Pohon sagu juga menyimpan ulat yang biasa dimakan oleh masyarakat papua bernama ulat sagu. Ulat sagu dinilai memiliki kandungan vitamin tinggi sehingga sering digunakan oleh masyarakat untuk diubah menjadi masakan khas seperti manggia. Olahan kue lontar juga menghiasi jajaran makanan khas Papua yang berbentuk pie susu. Serta banyak lagi makanan khas Papua lainnya seperti udang selingkuh, ikan bakar manokwari hingga sambal colo-colo.
Kemudian seperti banyak kebudayaan kebudayaan lain, Papua juga memiliki pakaian adat. Pakaian adat Papua untuk pria dan wanita hampir sama bentuknya. Pakaian adat tersebut memakai hiasan-hiasan seperti hiasan kepala berupa burung cendrawasih, gelang, kalung, dan ikat pinggang dari manik-manik, serta rumbai-rumbai pada pergelangan kaki. Dan yang terakhir adalah rumah asli atau rumah adat. Rumah adat Papua adalah Honai yaitu rumah khas asli Papua yang dihuni oleh Suku Dani. Bahan untuk membuat rumah Honai dari kayu dengan dan atapnya berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang. Rumah tradisional Honai mempunyai pintu yang kecil dan tidak berjendela. Umumnya rumah Honai terdiri dari 2 lantai yang terdiri dari lantai pertama untuk tempat tidur sedangkan lantai kedua digunakan sebagai tempat untuk bersantai, makan, serta untuk mengerjakan kerajinan tangan.
Gambar 8. Pemekaran Daerah PapuaProvinsi Papua mencakup 8 kabupaten dan 1 kota. Ada Kota Jayapura sebagai ibukotanya dengan kapadatan penduduk tertinggi. Kemudian ada Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Mamberamo Jaya, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Supiori, dan Kabupaten Waropen. Provinsi Papua memiliki suku yang berjumlah lebih dari 100. Di Kota Jayapura ada Suku Tobati-Enggros yang merupakan salah satu suku asli Indonesia yang bermukim di Provinsi Papua. Di Kabupaten Jayapura ada Suku Demta pengguna Bahasa Sowari, dan Suku Kaureh. Kemudian di Kabupaten Sarmi ada Suku Mander, Suku Tauraf, Suku Bauzi, dll. Di Kabupaten Biak Numfor utamanya dihuni oleh Suku Biak. Di Kabupaten Keerom ada Suku Sangke, Suku Waina, dll. Kemudian ada Suku Waropen yang umumnya bermukim di Kabupaten Waropen dan sekitarnya.
Provinsi Papua Barat merupakan provinsi yang terkenal dengan Raja Ampatnya sebagai surganya para traveler. Provinsi ini memiliki 12 kabupaten dan 1 kota. Kabupaten Manokwari merupakan ibukota dari Provinsi Papua Barat ini. Kemudian ada Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Fakfak, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Maybarat, Kabupaten Pegunungan Arfak, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Sorong, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Teluk Wondama, Kabupaten Tambrauw, Kabupaten Sorong Selatan, dan Kota Sorong. Adapun suku yang berasal dari Papua Barat ada suku Arfak, Kuri, Simuri, Irarutu, Moscona, Mairasi, Kambouw, Onim, Sekar, Maibrat, dll.
Provinsi Papua Selatan (Anim Ha) Merupakan salah satu wilayah adat Papua. Provinsi yang memiliki ibukota di Merauke iini mencakup empat kabupaten, yaitu Kabupaten Merauke, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, dan Kabupaten Boven Digoel. Terdapat dua suku popular yang mendiami daerah Anim Ha, yaitu suku Marind Anim dan suku Asmat. Terdapat pula suku asli lain yang berada di Anim Ha.
La Pago atau Provinsi Papua Pegunungan merupakan salah satu wilayah adat Papua yang terdiri atas kabupaten-kabupaten yang ada di wilayah pegunungan tengah sisi timur, yaitu Kabupaten Jayawijaya, Pegungungan Bintang, Lanny Jaya, Tolikara, Nduga, Puncak Jaya,, Yalimo, Yakuhimo, Membramo Tengah dan Kabupaten Puncak. Suku yang mendiami wilayah ini adalah suku Dani, Dem, Ndugwa, Ngalik, Ngalum, Nimbora, Pesekhem, Pyu, Una, Uria, Himanggona, Karfasia, Korapan, Kupel, Rimorini, Wanam, Biksi, Momuna, Murop, dan Sela Sarmi. Tradisi mengenakan "koteka" (penutup penis) yang terbuat dari kunden kuning masih sering di jumpai di daerah ini. Penggunaan pakaian "wah" yang berasal dari rumput/serat yang digunakan oleh wanita dan penggunaan rumah adat "honai-honai" masih menjadi kebiasaan warga daerah ini.
Provinsi Papua Tengah atau Mee Pago mempunyai wilayah yang terdiri atas Kabupaten Dogiyai, Deiyai, Nabire, Intang Jaya, Paniai, dan Mimika. Masyarakat yang hidup dalam wilayah suku Mee Pago hampir seluruhnya berasal dari suku yang sama, yaitu suku Mee yang mendiami kawasan pegunungan tengah bagian barat.
Papua memiliki 7 wilayah adat yang bertujuan untuk untuk mengelompokkan suku-suku di Papua, suatu fakta kebhinekaan yang perlu dijaga. Sejak dahulu, orang asli Papua sudah mengenal batasan-batasan wilayah berdasarkan pembagian suku. Batasan-batasan pembagian suku ini diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang. Konsep pembagian suku didasarkan atas hubungan kekerabatan, perkawinan, hak ulayat, tipe kepemimpinan, ciri-ciri fisik, hingga geografis. Tujuh wilayah adat ini adalah Mamta, Saereri, Anim Ha, La Pago, Mee Pago, Domberai, Bomberai.
Salah satu wilayah adat yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan adalah Saereri. Pembangunan wilayah adat Saereri berada di sekitar Kabupaten Biak Numfor. Di wilayah ini ada dua potensi luar biasa yang dapat dioptimalkan untuk menaikkan taraf hidup masyarakat di sekitar wilayah tersebut. Yang pertama ada sektor perikanan. Wilayah tersebut memiliki sumber daya alam perikanan yang melimpah. Dalam setahun wilayah Biak bisa memproduksi hingga 144,9 ribu ton ikan pelagis. Potensinya sangat besar untuk wilayah ini dapat menjadi sentra industri perikanan besar. Yang kedua adalah sektor pariwisata. Hal ini sebab wilayah adat ini berada di sekitar Teluk Cendrawasih yang memiliki pemandangan alam yang luar biasa dan keunikan keanekaragaman hayati. Ini akan menjadi daya tarik yang tinggi bagi masyarakat untuk datang berwisata.
Referensi:
https://portal.merauke.go.id/news/1071/seni-dan-budaya-papua-indonesia.html
https://www.merdeka.com/jateng/7-makanan-khas-papua-yang-unik-dan-menggugah-selera-wajib-dicoba-kln.html
https://regional.kompas.com/read/2022/08/08/192455978/mengenal-bentang-alam-pulau-papua-dari-gunung-hingga-lembah?page=all#:~:text=Bentang%20alam%20Pulau%20Papua%20terdiri,%2C%20dataran%20rendah%2C%20dan%20pantai.&text=Di%20Pulau%20Papua%2C%20bentang%20alam,dilestarikan%20oleh%20suku%20lokal%20setempat.
https://kumparan.com/kumparantravel/menengok-bentang-alam-pulau-papua-secara-umum-yang-menakjubkan-1wGxsYuzVzH/full
https://www.papua.go.id/view-detail-page-77/undefined
Ronsumbre, Adolof. Ensiklopedia Suku Bangsa di Provinsi Papua Barat . 2020. Yogyakarta: Penerbit Kepel Press. hlm. 3–4. ISBN 978-602-356-318-0
https://news.detik.com/berita/d-4764698/mengenal-tujuh-wilayah-adat-papua-yang-jadi-dasar-pemekaran
https://infopublik.id/kategori/nasional-ekonomi-bisnis/619730/potensi-pariwisata-dan-perikanan-wilayah-adat-saireri-luar-biasa?video=
https://investor.id/national/290021/3-provinsi-baru-papua-berikut-pembagian-kabupaten-dan-kotanya
https://papua.bps.go.id/pressrelease/2021/01/21/507/hasil-sensus-penduduk-2020-di-provinsi-papua.html
https://mediaindonesia.com/nusantara/477190/lma-wilayah-ii-saireri-dan-masyarakat-adat-biak-dukung-otsus-dan-dob


.jpg)







Comments
Post a Comment